KONVERGENSI MEDIA

Konvergensi Media Surat Kabar Dengan Internet

Image

Surat kabar dalam bentuk media cetak merupakan salah satu bentuk media massa yang sudah ada sejak beratus tahun lalu. Melesatnya peran teknologi informasi pada saat ini terutama internet menyebabkan  berkurangnya peran industri surat kabar. Hal ini ditandai dengan surutnya era surat kabar di berbagai penjuru dunia, dikarenakan generasi muda menyukai peralatan (gadget) untuk mendapatkan informasi. Masyarakat lebih senang main internet dan menonton televisi dibandingkan membaca koran. Di Indonesia peranan koran masih dirasakan sangat penting, dan lagi pengaruh dari media online terhadap penurunan jumlah pembaca tidak sebesar yang terjadi di Amerika Serikat dan di Eropa. Hal ini dikarenakan sarana internet belum menjangkau seluruh wilayah di pelosok negeri, dan belum semua orang di Indonesia bisa mengakses internet.

       Seiring dengan berkembangnya teknologi, media online yang menjadi pusat informasi dan data bagi pembaca. Banyak penerbit koran yang membuat versi online-nya meskipun isi beritanya kurang lebih sama dengan yang diberitakan di edisi cetaknya seperti yang dilakukan koran Kompas (www.kompas.com dan http://www.pikiran-rakyat.com/, Versi surat kabar online ini yang dikenal istilah konvergensi media. Definisi konvergensi media itu sendiri adalah penggabungan beberapa media yang ada untuk dipakai dan ditujukan kedalam satu tujuan. Konvergensi media umumnya mengacu pada perkembangan teknologi komunikasi digital yang timbul dengan adanya konvergensi telepon, video dan komunikasi data yang efisein dalam satu jaringan. Konvergensi media merupakan persimpangan media lama dan baru, dimana tidak hanya pergeseran teknologi saja, namun terjadi pergeseran dalam pola pikir industri, budaya dan social. Sehingga pergeseran tersebut mendorong konsumen atau masyarakat untuk mencari informasi baru.  Secara khusus tumbuhnya gerakan konvergensi media akibat oleh adanya internet dan digitalisasi informasi. Konvergensi media menggabungkan 3C yang terdiri atas komputer (computing), komunikasi (communication) dan materi isi/konten (content). (www.satrioarismunandar6.blogspot.com).

       Beberapa faktor yang mendorong konvergensi media yaitu adanya perubahan perilaku masyarakat pengguna media dari surat kabar cetak beralih ke online. Harga bahan baku surat kabar semakin mahal. Dampak akibat kedua faktor itu banyak penerbit surat kabar di Amerika mengalami kebangkrutan.  Bahkan para ahli sejak lama telah meramalkan peran surat kabar akan punah. Namun sampai sekarang belum terbukti karena media surat kabar tetap berkiprah dan masih diminati masyarakat pembaca. 

       Munculnya gejala konvergensi media ini, mendorong industri media cetak mengalihkan atau mengembangkan usahanya masuk kedalam jaringan internet. Usaha-usaha tersebut menghasilkan jurnalisme konvergensi yang melibatkan kerjasama dalam industri media yaitu  media cetak, media siar dan media web. Kerjasama ketiga media tersebut dengan menggunakan berbagai sistem penyampaian dimaksudkan untuk menghasilkan berita terbaik. Hal ini yang menyebabkan beralihnya media cetak menjadi media online. Para pelaku industry penerbit media cetak telah menyadari bahwa di masa yang akan depan bisnis media cetak akan semakin berat.  Banyak penerbit surat kabar di Amerika Serikat yang sudah berhenti operasinya  dan saat ini memutuskan hanya menerbitkan versi online-nya saja.

        Kelemahan media cetak biasanya berita atau peristiwa yang disampaikan periode sebelumnya dan wilayah penyebaran dibatasi secara geografis pada tingkat lokal saja. Sementara media online berita yang disampaikan lebih cepat dan wilayah penyebarannya tidak terbatas, dapat diakses dimana saja dan kapan saja.  Media online tidak memiliki keterbatasan dari sisi geografis. Misalnya, seorang warga negara Indonesia yang menetap  di Jerman dapat mengakses situs berita atau portal berita Indonesia, seperti Detik.com, sehingga kita dapat mengetahui berita terbaru di seluruh dunia. Keunggulan lain media online adalah komunikasi dapat dilakukan dua arah antara pembaca dengan medianya. Bahkan pada sekarang ini masyarakat telah mengenal beberapa situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter. Masyarakat pengguna media social dapat berperan serta dalam penyebaran sebuah informasi baik itu berita atau peristiwa yang terjadi.  

       Media online, khususnya surat kabar online dan mobile berkembang seiring dengan munculnya generasi digital yang lebih akrab dengan internet dan handphone. Adanya kemudahan untuk tersambung dengan internet dirasakan masyarakat, karena internet bisa diakses dimana dan kapan saja, bisa melalui desktop, laptop, note book, dan smartphone seperti Blackberry ataupun I-Phone. Sarana publik, seperti pusat perbelanjaan, kampus, rumah sakit, kafe dan restoranjuga banyak menyediakan wifi sebagai fasilitas internet gratis.

       Sementara surat kabar masih dapat  diharapkan keberadaannya, asalkan mampu meningkatkan kualitas berita untuk menandingi keunggulan media online dan televisi. Surat kabar tetap berpotensi menyajikan berita-berita yang lebih luas, mendalam dan lengkap. Tidak semua kebutuhan informasi dapat terpenuhi melalui televisi dan media online. Masyarakat masih terdorong membaca koran karena berharap dapat mendapatkan informasi lebih mendalam. Gejala munculnya era konvergensi media saat ini belum menjadi ancaman bagi dunia industri penerbit surat kabar cetak di Indonesia. Namun beberapa perusahaan penerbit di Indonesia telah mengantisipasinya dengan melakukan kebijakan penerbitan dua versi, media cetak dan media online seperti : kompas, tempo, republika, dll. Penerbitan surat kabar onlinesuatu reaksi untuk menyaingi kecepatan pemberitaan media online sebagai situs berita.Bila melihat pengakses berita melaui media online di Indonesia yang masih sangat sedikit  industri penerbitan  surat kabar di Indonesia masih bisa berlega hati.

Kita sebagai bagian dari masyarakat pemakai media surat kabar yang cetak ataupun online menyadari bahwa munculnya konvergensi media pada saat ini banyak atau sedikit memberikan dampak ke arah yang baik dan positif bagi masyarakat Indonesia pada umunya dan khususnya industri media surat kabar di Indonesia.